WISATA BUDAYA MELAYU – PULAU BINTAN

WISATA BUDAYA MELAYU DI PULAU BINTAN

 

MENJADIKAN TANJUNG PINANG SEBAGAI TEMPAT WISATA BUDAYA MELAYU
 
Wisata berbasis budaya adalah salah satu jenis kegiatan pariwisata yang menggunakan kebudayaan sebagai objeknya. Pariwisata jenis ini dibedakan dari minat-minat khusus lain, seperti wisata alam, dan wisata petualangan.
 
Ada 12 unsur kebudayaan yang dapat menarik kedatangan wisatawan, yaitu:
  1. Bahasa (Language).
  2. Masyarakat (Traditions).
  3. Kerajinan Tangan (Handicraft).
  4. Makanan dan Kebiasaan Makan (Foods and Eating Habits).
  5. Musik dan Kesenian (Art and Music).
  6. Sejarah Suatu Tempat (History of The Region).
  7. Cara Kerja dan Teknolgi (Work and Technology).
  8. Agama (Religion) yang dinyatakan dalam cerita atau sesuatu yang dapat disaksikan.
  9. Bentuk dan karakteristik arsitektur di masing-masing daerah tujuan wisata (Architectural Characteristic In The Area).
  10. Tata cara berpakaian penduduk setempat (Dress and Clothes).
  11. Sistem pendidikan (Educational System).
  12. Aktivitas pada waktu senggang (Leisure Activities).
Ada beberapa tempat di belahan dunia yang sukses menjual pariwisata berbasis kebudayaan,kita dapat mengambil contoh bali dan tanah toraja di indonesia. Dua daerah tersebut sukses mengembangkan dan menjual keunikan kebudayaan masyarakat setempat yang dipadukan dengan keelokan panorama alam sebagai sumber pendapatan daerah dan kesejahtraan bagi masyarakat lokal. Dari luar negeri kita dapat mencontoh Hawaii dan Jepang. 
 
Tidak dapat dipungkiri bahwa pariwisata jika dikelola secara profesional dapat mendatangkan banyak manfaat, bukan saja bagi sumber pemasukan bagi negara,tetapi juga dapat meningkatkan kesejahtraan dan taraf hidup masyarakat. Diperlukan sinergi yang harmonis antara pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan keputusan dengan masyarakat yang menjadi ujung tombak sebagai pengelola,pengguna dan sebagai aset bagi berjalannya pariwisata budaya.
 
Kota Tanjung Pinang di Kepulauan Riau merupakan salah satu pusat kebudayaan melayu yang cukup tersohor di zaman nya. Dari 12 potensi yang menunjang untuk dikembangkannya wisata berbasis budaya,Tanjung Pinang memiliki hampir semua potensi yang ada. Diantara lain :
 
 
Bahasa
Bahasa merupakan salah satu identitas daerah. Kebetulan bahasa melayu hampir mirip dengan bahasa indonesia. Hanya berbeda pengucapan dan penekanan saja. Hampir 90% kosa kata bahasa indonesia diambil dari bahasa melayu. Sehingga jika setiap penduduk Tanjung Pinang menggunakan bahasa melayu dapat menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan dalam negeri. Melestarikan bahasa daerah merupakan keharusan agar kebudayaan lokal tidak hilang karena terkikis modernisasi.
 
 
Tradisi
Banyak tradisi tanah melayu yang unik dan dapat dijadikan daya tarik bagi wisatawan. Tanjung pinang terkenal dengan negeri pantun. Maha karya seniman Tanjung Pinang yang hingga kini tersohor ke seluruh penjuru negeri adalah gurindam 12. Karya sastra yang dibuat oleh Raja Ali Haji , yang juga salah satu pahlawan nasional ini menjadi salah satu karya sastra melayu yang penuh dengan nasehat. Selain terkenal dengan pantunnya Tanjung Pinang juga mempunyai banyak tarian tradisional yang sangat menarik,tidak hanya itu tradisi masyarakat melayu pesisir yang khas dalam keseharian juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
 
Makanan
Ada banyak makana khas Tanjung Pinang salah satunya adalah Roti Jala,otak otak khas Tanjung pinang, kerupuk gonggong, bingka bakar,laksa, dan masih banyak lagi. Ada banyak wisatawan rela berpergian hanya untuk mencicipi makanan khas suatu daerah.
 
Aktifitas Di Waktu senggang
Salah satu keunikan yang bisa menjadi daya tarik wisatawan adalah kebiasaan masyarakat pada hari hari tertentu. Seperti ada nya hari pasar, atau kegiatan lainnya. Dalam hal ini masyarakat Tanjung Pinang punya keunikan tersendiri yaitu ” ngopi ” . Di mana pada hari libur sebagian besar kedai kopi pasti penuh . Bukan sekedar untuk menikmati secangkir kopi saja tapi lebih ke interaksi sosial .
 
Dengan potensi pariwisata sedemikian rupa,mampukah pemerintah dan masyarakat bersinergi menciptakan Tanjung Pinang sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional. Sudah semestinya pemerintah lebih perduli. Karena sektor pariwisata bisa menjadikan sumber pendapatan daerah yang dapat mensejahtrakan masyarakat Tanjung Pinang dan pulau Bintan.
 
Semoga tulisan sederhana ini mampu menggeliatkan pariwisata di Tanjung Pinang .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *